Santri Kyai Khamdan Gelar Khataman Al Qur’an

Jateng1829 Dilihat

KENDAL – Santri yang bernama Dimas Qanif Ardani putra Bapak Edi Purnomo/Ibu Sri Setyowati yang merupakan Santri Kyai Khamdan, gelar khataman Al Qur’an.
Dimas yang setiap hari mengaji di Mushola Nurul Hidayah Desa Kalirejo, Dusun Kalibalik, RT/RW: 10/05 Kecamatan Kangkung berlangsung khidmat dengan didampingi Ustad Ahmad Nasirin, Kyai Khamdan, Wali Santri dan teman-teman Santri lainnya. Acara tersebut berlangsung pada hari Jum’at, 16 Juni 2024 Bakda Maghrib di panggung halaman rumahnya.

Acara mantu khitanan ananda Dimas yang diawali dengan khataman Al Qur’an, setelah Sholat Isyak akan dilanjutkan walimatul khitan juga pengajian umum ini merupakan acara yang sudah menjadi budaya di desa Kalirejo. Budaya yang baik ini sudah turun temurun berlangsung. Namun acara sesuai kemampuan ekonomi masing-masing warga. Pada intinya mohon doa dan restu masyarakat agar anak yang di khitankan ini menjadi anak yang sholih dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Dalam kesempatan itu Ustadz Ahmad Nasirin menyampaikan bahwa orang tua sangat beruntung jika mempunyai anak yang bisa mengaji, bisa baca Al Qur’an dan paham ilmu agama juga mengamalkannya dengan istiqomah. Karena hal itu yang akan menjadi bekal di alam kubur dan akhirat nanti. Itulah pentingnya anak sholih yang selalu mendoakan kedua orang tuanya, baik ketika masih hidup atau sudah meninggal dunia.

“Beruntung orang tua yang mempunyai anak sholih, yaitu anak yang bisa membaca Al Qur’an, rajin mengaji, rajin Sholat lima waktu dan istiqomah dalam ketaatan kepada Allah SWT, serta selalu mendoakan kedua orang tuanya dan guru mengajinya,” jelas Ustadz Ahmad Nasirin.

Dirinya juga menambahkan, seseorang bisa menjadi sholih itu ketika dia paham ilmu agama dan istikomah dalam mengamalkannya.

“Keimanan dan ketaqwaan seseorang itu harus didasari ilmu agama, tanpa ilmu maka amal tidak diterima. Jadi mari kita jangan berhenti mengaji, agar mendapatkan ridho dan rahmat Allah SWT,” tuturnya.

Ustad Ahmad Nasirin berharap agar orang tua menjadi contoh kepada anaknya, terkait istikomah dalam sholat lima waktu dan membaca Al Quran didalam rumah. Karena orang tua merupakan cerminan dari anaknya. “Jika orang tua rajin sholat dan membaca Al Qur’an ingsaAllah anak akan menirunya,” pungkas Ustad Ahmad Nasirin.

Red

Tinggalkan Balasan