LABURA-GEMURUHNEWS.COM, Sebuah video yang viral di media sosial menarasikan dugaan tindakan kekerasan terhadap seorang pria berinisial HH, warga Kampung Toba, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Dalam video tersebut, HH yang merupakan terduga pelaku pencurian perhiasan emas mengaku menjadi korban pemukulan dan kekerasan fisik oleh oknum anggota kepolisian saat menjalani pemeriksaan.
Menanggapi viralnya video itu, pihak Polsek Kualuh Hulu secara tegas membantah tudingan adanya pemukulan maupun tindakan kekerasan terhadap yang bersangkutan.
Klarifikasi tersebut disampaikan Kanit Reskrim Polsek Kualuh Hulu, Ipda Ramdhan Hilal, S.E., S.H, mewakili Kapolsek Kualuh Hulu AKP Citra Yani Br Barus, S.H., M.H, saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (13/1/2026).
“Tidak benar ada pemukulan atau kekerasan fisik seperti yang dinarasikan di media sosial,” tegas Ipda Ramdhan.
Ia menjelaskan, perkara tersebut bermula dari laporan pengaduan masyarakat (dumas) yang disampaikan seorang warga berinisial K, yang melaporkan kehilangan perhiasan emas senilai kurang lebih Rp 80 juta di rumahnya saat ditinggal ke rumah orang tuanya.
“Terduga pelaku HH merupakan pekerja korban dan dipercaya memegang kunci rumah. Ketika korban kembali, perhiasan emas sudah tidak berada di tempat,” jelasnya.
Menurut Ramdhan, korban sempat menanyakan langsung keberadaan perhiasan tersebut kepada HH. Namun karena jawaban yang disampaikan dinilai berbelit-belit dan tidak jelas, korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kualuh Hulu.
Dalam proses pemeriksaan, kata Ramdhan, keterangan yang diberikan HH tidak konsisten.
“Awalnya HH mengaku emas disimpan di belakang rumah, kemudian berubah dengan mengatakan telah dijual ke toko emas. Selanjutnya kembali berubah dengan menyebut emas tersebut disimpan di rumah orang tuanya,” ungkapnya.
Hingga proses klarifikasi dilakukan, pihak kepolisian tidak menemukan barang bukti perhiasan emas yang dilaporkan hilang tersebut.
Ipda Ramdhan juga menegaskan bahwa setelah pemeriksaan selesai, HH dikembalikan kepada pihak keluarga dalam kondisi sehat.
“Yang bersangkutan dikembalikan kepada orang tuanya dalam keadaan sehat walafiat. Tidak ada kekerasan fisik sebagaimana yang dituduhkan dalam video,” ujarnya.
Meski demikian, viralnya video pengakuan HH tetap menuai perhatian publik. Masyarakat pun berharap adanya transparansi dan profesionalisme dalam setiap penanganan perkara, termasuk bila terdapat dugaan pelanggaran prosedur oleh aparat penegak hukum.***






