GMHJJ Geruduk KPK, Desak Tuntaskan Dugaan Mega Korupsi Triliunan Rupiah di Provinsi Jambi

Jakarta288 Dilihat

JAKARTA-GEMURUHNEWS.COM, Gerakan Mahasiswa Hukum Jambi Jakarta (GMHJJ) kembali memadati halaman Gedung KPK RI dalam Aksi Jilid II yang digelar hari ini. Mereka mendesak KPK segera membuka dan menuntaskan dugaan mega korupsi yang dinilai telah menggerogoti Pemerintah Provinsi Jambi, (26/11/25).

Dalam aksi tersebut, massa menyoroti sederet proyek multiyears dengan nilai fantastis yang disebut-sebut menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Proyek-proyek tersebut meliputi:

Pembangunan RTH Rp35 miliar, dinilai bermasalah dan masuk temuan BPK.

Islamic Center Rp150 miliar, diduga bermasalah dalam hasil audit BPK.

Stadion Swarnabhumi Rp250 miliar, disebut tak sesuai RAB.

Jalan Talang Pudak–Suwak Kandis Rp389 miliar, diduga kekurangan volume dan kualitas di bawah standar.

SPJ fiktif perjalanan dinas yang menyeret pejabat Dinas PUPR Jambi.

“KPK Jangan Tutup Mata!”

Koordinator aksi, Wahyu Ilahi, menyampaikan kritik keras terhadap lembaga antirasuah tersebut.

“Kami datang membawa suara masyarakat Jambi. KPK jangan hanya menggelar audiensi dengan Gubernur Jambi, sementara aktor utama dugaan korupsi di provinsi ini justru berada di lingkaran kekuasaan tertinggi,” tegasnya.

Wahyu menyebut KPK seharusnya berani mengambil langkah konkret, bukan hanya memberikan panggung kepada pejabat yang diduga terlibat.

“Jangan sampai publik menganggap KPK sedang memberi karpet merah bagi terduga pelaku tipikor,” ujarnya.

Jambi Disebut “Zona Aman” Koruptor

Dalam orasinya, Wahyu menilai Jambi seperti menjadi wilayah yang “kebal hukum”.“Begitu banyak dugaan korupsi, tapi tidak satu pun bergerak. Jambi seolah menjadi zona aman bagi para terduga koruptor. Ini memalukan dan merusak kepercayaan publik,” katanya.

GMHJJ menilai bahwa keberanian KPK untuk menetapkan Gubernur Jambi dan Kepala Dinas PUPR sebagai tersangka akan menjadi pintu masuk untuk mengungkap aktor-aktor lain di balik dugaan mega korupsi tersebut.

Isyaratkan Dugaan Kongkalikong

Wahyu bahkan mengisyaratkan adanya potensi permainan antara oknum di KPK dan pejabat daerah.“Jika KPK masih diam, wajar kalau publik mencurigai adanya kongkalikong. Audiensi yang mereka lakukan dengan Gubernur Jambi baru-baru ini justru menimbulkan tanda tanya besar. Jangan-jangan ada upaya menutupi kasus,” ujarnya lantang.

Aksi Akan Berlanjut Tanpa Batas

Wahyu memastikan bahwa gerakan mahasiswa tidak akan berhenti.“Ini baru permulaan. Kami akan terus bersuara sampai KPK benar-benar membersihkan Jambi dari kejahatan tipikor. Kuncinya hanya satu: tangkap Gubernur Jambi!” tutupnya.(Tim)

Tinggalkan Balasan