LATEST NEWS

Politik

Jusuf Kalla: ketidakadilan sumber utama konflik

Senin, 12 Maret 2018 13:02:12 WIB

Jusuf Kalla: ketidakadilan sumber utama konflik
Photo : Wapres Jusuf Kalla

SURAKARTA - Wakil Presiden M Jusuf Kalla menegaskan semua konflik di dunia bersumber karena ketidakadilan. Oleh karena itu satu-satunya cara menyelesaikan konflik dengan mencipatkan keadilan kepada semua pihak. "Sumber konflik itu ketidakadilan. Ketidakadilan di bidang politik, ekonomi, sosial maupun lainnya," kata Wapres M Jusuf Kalla pada pidato ilmiah seusai menerima penghargaan UNS Award 2018 "Parasamya Anugraha Dharma Krida Baraya". Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi UNS di bidang sosial dan kemanusiaan. Lebih lanjut Wapres menegaskan tugas pemimpin adalah menciptakan keadilan. Karena tambahnya merupakan kewajiban dirinya untuk mengupayakan hal tersebut. Wapres menceritakan niat dirinya saat menyelesaikan konflik Poso, Ambon maupun Aceh karena alasan kemanusian dan tulus iklas beribadah. "Menyelesaikan konflik harus dengan niat tulus. Menyelesaikan konflik jangan karena berharap uang atau apapun. Kalau niatnya tidak tulus akan sulit tercapai kedamaian," kata Wapres. Wapres juga menegaskan bahwa hal terpenting dalam penyelesaian konflik adalah memberikan kehormatan kepada siapapun. Intinya tambah wapres jangan ada yang merasa direndahkan. Pada kesempatan itu, Wapres mengingatkan UNS untuk bekerjsama dengan entreprenur yang kuat untuk lakukan penelitian agar bisa cepat maju. "Terima kasih atas pemberian penghargaan kepada saya ini. Bagi saya bekerja di bidang sosial kemanusian itu sebagai amal ibadah kita semua," kata Wapres. Sebelumnya Rektor UNS Ravik Karsidi menjelaskan pemberian penghargaan kepada Wapres Jusuf kalla karena kepeloporannya dalam bidang sosial dan kemanusiaan dan sumbangan penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, misalnya dengan ide awal penggabungan Kemenristek dengan Dikti. Lebih lanjut Ravik menyebutkan sosok Wapres Jusuf Kalla bertangan dingin yang gigih dan sabar dalam berkarya. "Utamakan dialog. Senyum dapat mengalahkan kemarahan. Mengalah adalah harga yang mahal, jalan besar menuju perdamaian. Menyelesaikan konflik harus dengan tangan dingin, itu beberapa hal yang kami garis bawahi dari Bapak dan akan kami masukkan dalam naskah akademik sebagai pembelajaran bagi mahasiswa kami," terang Ravik tentang kiat-kiat jitu Wapres dalam menjalankan misi sosial dan kmanusiaan selama ini.