LATEST NEWS

Politik

Peringatan Hari Nusantara, Mendagri: Laut Pemersatu Bangsa Buka Pemisah

Rabu, 13 Desember 2017 15:06:20 WIB

Peringatan Hari Nusantara, Mendagri: Laut Pemersatu Bangsa Buka Pemisah
Photo : Tjahjo Kumolo

Cirebon - Peringatan Hari Nusantara 2017 berlangsung di Pelabuhan Muarajati, Cirebon, Jawa Barat (Jabar), Rabu (13/12). Hari Nusantara 2017 bertema “Gotong Royong dalam Kebhinekaan di Nusantara Guna Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia”. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menghadiri peringatan Hari Nusantara, mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, Presiden tengah mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Turki.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan puncak peringatan Hari Nusantara ini, semakin memperkuat kekuatan bangsa kita sebagai bangsa bahari, bangsa maritim, bangsa yang besar. Salam hormat dari Bapak Presiden Jokowi yang karena satu tugas, beliau hadir di Turki dalam rangka menggerakkan dan mengorganisir negara-negara Islam untuk punya tekad yang sama berkaitan dengan permasalahan di Yerusalem,” kata Tjahjo.

Menurutnya, Cirebon sangat tepat dipilih sebagai lokasi memperingati Hari Nusantara. Sebab, Cirebon merupakan poros kekuatan maritim di Jabar serta Indonesia. “Mudah-mudahan dengan tol laut dalam upaya percepatan perdagangan antara Jawa dan Sumatera, tidak harus melalui Jakarta, tapi Cirebon,” ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 126/2001, maka tanggal 13 Desember ditetapkan sebagai Hari Nusantara. Hari Nusantara merupakan momentum keberhasilan diplomasi Indonesia agar prinsip negara kepulauan diakui internasional melalui instrumen Konvensi Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCLOS) 1982. Pengakuan ini sebelumnya didahului oleh diumumkannya “Deklarasi Djoeanda” tanggal 13 Desember 1957.

“Melalui pernyataan diri sebagai negara kepulauan, laut bukan pemisah tapi pemersatu bangsa. Melalui Deklarasi Djoeanda, prinsip-prinsip Indonesia sebagai negara kepulauan dapat diterima. Laut Indonesia menjadi bertambah luas 5,8 juta km2,” jelas Tjahjo.

Dia menuturkan, komitmen Presiden Jokowi terhadap kemaritiman sangat tegas. Hal itu dapat dilihat saat pada pidato pelantikan Jokowi sebagai Presiden RI tahun 2014. Ketika itu, lanjutnya, Presiden Jokowi menyebut bahwa telah lama laut, samudera, selat dan teluk dipunggungi. Padahal, laut adalah masa depan bangsa.

Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Kementerian Pertahanan, menurut Tjahjo, telah menerjemahkan arahan Presiden Jokowi untuk mengelola kelautan nasional. “Perdagangan ikan ilegal ditindak. Ini cukup beri dampak signifikan bagi perikanan. Tinggal sekarang bagaimana kita sebagai pemerintah pusat dan pemerintah daerah memberdayakan nelayan,” tegasnya.

Acara peringatan Hari Nusantara dihadiri diantaranya oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis serta Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Ade Supandi.

“Jabar punya potensi kemaritiman. Panjang pantainya 864 km. Potensi pengelolaan perikanan begitu tinggi. Ada energi di kolong laut dan di bawah laut,” kata Gubernur Jabar.

Sementara itu, Ketua Panitia Pusat Peringatan Hari Nusantara, Laksamana Ade Supandi mengatakan, mewujudkan negara maritim menjadi tugas bersama seluruh komponen bangsa. “Pekerjaan tak mudah ke depan menjadi negara maritim. Ini bagian tugas kita bersama. Kita semua menyambut gembira dengan adanya kebijakan pembangunan laut Indonesia oleh Bapak Presiden,” tandasnya.