LATEST NEWS

Nasional

Jokowi: Pilkada Serentak Ajang Adu Program, Bukan Saling Cela

Selasa, 09 Januari 2018 12:33:34 WIB

Jokowi: Pilkada Serentak Ajang Adu Program, Bukan Saling Cela
Photo : Presiden Jokowi

Jakarta - Terkait pelaksanaan Pilkada serentak di 171 daerah, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa demokrasi di Indonesia ini harus mencerminkan karakter-karakter ke-Indonesiaan. Adapun karakter yang diungkapkan Presiden yaitu karakter yang penuh kesantunan, karakter yang tidak saling menjelekkan, karakter yang tidak saling mencela.

“Karakter-karakter itu yang perlu terus kita tumbuhkan,” ujar Presiden.

Untuk itu, Jokowi mengimbau agar antar kandidat dalam Pilkada jangan sampai saling mencela, jangan saling menjelekkan, apalagi memakai black campaign.

“Kampanye hitam, itu harus betul-betul kita hilangkan dari proses-proses demokrasi kita,” tegasnya.

Menurut Jokowi, antar kandidat sebaiknya saling adu prestasi, adu rekam jejak, adu track record, adu ide, adu gagasan, adu program, adu rencana-rencana.

“Sekali lagi demokrasi kita harus mencerminkan karekter kita, karakter bangsa Indonesia yang ramah, sopan dan santun, penuh kesantunan, itu,” tuturnya.

Kampanye hitam merusak

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para kandidat yang bertarung dalam pilkada 2018 menghindari kampanye hitam. Persaingan antarkadidat, kata dia, harus dilakukan secara sehat.

"Antar kandidat jangan sampai saling mencela, jangan saling menjelekkan. Apalagi memakai black campaign, kampanye hitam harus betul-betul kita hilangkan dari proses-proses demokrasi kita," ujar Jokowi di Nusa Tenggara Timur, Senin, 8 Januari 2018, sebagaimana siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi kepada para jurnalis seusai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin, 8 Januari 2018. Seperti diketahui, proses pendaftaran calon kepala daerah mulai berlangsung pada hari ini, hingga 10 Januari 2018.

Jokowi menuturkan demokrasi di Indonesia harus mencerminkan karakter-karakter keindonesiaan, yakni karakter yang penuh kesantunan, tidak saling menjelekkan, dan tidak saling mencela. Jokowi mempersilakan kepada para kandidat untuk bersaing secara sehat agar pilkada berlangsung aman dan damai.

"Silakan adu prestasi, adu rekam jejak, adu track record, adu ide, adu gagasan, adu program, adu rencana-rencana. Saya kira yang dimunculkan harus seperti itu," ujar Jokowi.

Terkait keikutsertaan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam pilgub Jatim, Jokowi belum bersedia memberikan tanggapannya apakah akan diganti atau tidak. Hal ini dikarenakan hingga saat ini dirinya masih belum menerima laporan secara resmi.