LATEST NEWS

Nasional

Perkuat Soliditas ASEAN

Senin, 13 November 2017 10:43:00 WIB

Perkuat Soliditas ASEAN
Photo :

Jakarta - Di tengah tantangan persoalan kawasan yang kian meninggi, negara-negara ASEAN harus semakin solid, progresif, dan terbuka dalam memberikan respons. Hal itu dikemukakan Menlu Indonesia Retno Marsudi pada pertemuan awal KTT Ke-31 ASEAN yang berlangsung 10-14 November di Manila, Filipina.

“Dalam usia yang ke-50 tahun, ASEAN berhasil menciptakan ekosistem yang stabil, damai, dan sejahtera di Asia Tenggara,” kata Retno, kemarin.

Walaupun demikian, lanjut Retno, masih terdapat sejumlah tantangan besar di masa depan yang harus dihadapi bersama ASEAN, terutama dari segi ekonomi dan politik.

Dari sisi ekonomi, Menlu RI itu menyebutkan ASEAN masih menghadapi masalah kesenjangan pembangunan di antara negara anggotanya. “Namun, kita punya komitmen untuk mempersempit kesenjangan tersebut. Kita pun berhasil melakukan integrasi ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN rata-rata mencapai 5%.”

Adapun tantangan politik, menurut Menlu, Indonesia menilai anggota ASEAN harus siap mengidentifikasi dan menangani konflik yang mengganggu stabilitas di kawasan.

“Kita harus bisa mengamati titik-titik yang mengganggu stabilitas itu. Misalnya, soal keamanan di Marawi saat diduduki teroris. Indonesia menjalin kerja sama trilateral dengan Filipina dan Malaysia untuk menangani masalah itu secara subregional,” ujar Retno.

Bahas investasi

Kemarin, Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan PM Jepang Shinzo Abe di Hotel Diamond, Manila.

Dalam pertemuan itu, Jokowi dan Abe membahas investasi Jepang di sektor infrastruktur seperti proyek MRT Jakarta, KA semicepat Jakarta Surabaya, dan Pelabuhan Patimban, Jabar. Tiga proyek itu menjadi simbol kerja sama RI-Jepang yang pada 2018 memasuki usia ke-60 tahun.

“Saya berharap semua proyek itu tuntas sehingga menjadi kado mo­nu­mental bagi 60 tahun hubungan kedua negara,” ungkap Jokowi.

Lebih jauh Jokowi mengapresiasi peningkatan investasi Jepang dari tahun ke tahun. Pada 2016, investasi Jepang meningkat signifikan menjadi US$5,4 miliar dari US$2,8 miliar pada tahun sebelumnya.

“Investasi di Indonesia kini sudah jauh membaik. Indeks kemudahan berusaha (ease of doing business) Indonesia melompat dari peringkat 114 pada 2015 menjadi peringkat 72 pada 2017. Saya berharap investasi Jepang meningkat,” Jokowi menambahkan.

PM Abe memuji kepemimpinan Jokowi yang berhasil memperbaiki iklim investasi tersebut. “Terima kasih atas kepemimpinan Presiden Jokowi. Iklim investasi di Indonesia meningkat sangat signifikan.

Hari ini, setelah pembukaan KTT ASEAN, acara dilanjutkan dengan pertemuan dengan mitra strategis, kemudian sidang pleno, disambung pertemuan pemimpin ASEAN dengan Dewan Penasihat Bisnis ASEAN, PM India Narendra Modi, dan PM Rusia Dmitry Medvedev.

Setelah jamuan makan siang, berlangsung KTT Ke-5 ASEAN dengan AS, selanjutnya berlangsung KTT Ke-20 ASEAN dengan Tiongkok, KTT Ke-19 ASEAN dengan Republik Korea, dan KTT Ke-20 ASEAN dengan Jepang.

Sebanyak 10 kepala negara atau kepala pemerintahan ASEAN hadir, yakni Presiden RI Joko Widodo, Presiden Filipina Rodrigo Duterte selaku tuan rumah dan Ketua ASEAN 2017, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, PM Kamboja Hun Sen, PM Malaysia Najib Razak, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Thailand Prayut Chan-o-cha, PM Laos Thongloun Sisoulith, Penasihat Negara/Menlu Myanmar Aung San Suu Kyi, dan PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc.