LATEST NEWS

Lingga

Ekonom : Visi dan Misi Jokowi-JK Banyak Fakta, Prabowo-Hatta Banyak Slogan

Senin, 23 Juni 2014 08:43:42 WIB

Ekonom : Visi dan Misi Jokowi-JK Banyak Fakta, Prabowo-Hatta Banyak Slogan
Photo :

Jakarta - Ekonom dari Universitas Padjajaran, Bandung, Kodrat Wibowo, menilai visi dan misi ekonomi pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) lebih banyak berbicara fakta daripada slogan semata. Sementara visi dan misi ekonomi pasangan Prabowo - Hatta lebih banyak berbicara slogan dibandingkan fakta.

Hal itu dikatakan Kodrat dalam diskusi media dengan tema,"Substansi Debat Capres Soal Ekonomi : Fakta atau Slogan ?" di Jakarta, Minggu (22/6).

"Saya harus jujur mengatakan visi-misi Jokowi-JK jauh lebih bagus karena berbicara fakta dibanding visi dan misi Prabowo-Hatta," kata Kodrat.

Tampil sebagai pembicara lain dalam acara itu adalah tim sukses Jokowi-JK, Imam Sugema; dan tim sukses Prabowo - Hatta, Amir Sugondo.

Menurut Kodrat, program Jokowi-JK yang memprioritaskan pendidikan sumber daya manusia sungguh bagus. Pasalnya, masalah utama Indonesia saat ini kualitas tenaga kerja Indonesia sangat rendah.

"Kalau Anda ke Bandung, bertemu lima orang di sana, pasti tiga orang diantara lima orang itu tak lulus SMP. Ini memprihatinkan," kata dia.

Karena masih rendahnya kualitas tenaga kerja Indonesia, maka jangan heran perusahaan-perusahaan di Indonesia masih memberlakukan sistem kerja outsourcing.

Dalam diskusi itu, tim sukses kedua pasangan Capres/ Wapres mengatakan, kalau jagoan mereka terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI, mereka akan membangun industri mobil nasional. "Pak Jokowi sudah memulainya dari Solo dengan mendukung mobil ESEMKA. Kalau beliau terpilih jadi Presiden RI beliau pasti akan membesarkan industri mobil ESEMKA," kata Imam.

Senada Amir Sugondo menegaskan, Prabowo - Hatta sudah komit akan membangun industri mobil nasional. "Untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi menjadi tujuh persen bahkan lebih, maka pembangunan industri penting, termasuk industri mobil nasional," kata dia.