LATEST NEWS

Hukum & Kriminal

Kasad: Perpecahan Bangsa Menjadi Ancaman Serius

Kamis, 22 Februari 2018 12:59:10 WIB

Kasad: Perpecahan Bangsa Menjadi Ancaman Serius
Photo : Kasad TNI AD Jenderal Mulyono

JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Mulyono mengemukakan ancaman serius yang dihadapi saat ini adalah masalah perpecahan bangsa.‎ Jika para pahlawan nasional terdahulu berjuang untuk menyatukan Indonesia menjadi sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, saat ini bangsa Indonesia sedang berjuang menghadapi ancaman yang berpotensi menghancurkan persatuan dan kedaulatan.

‎"Kita telah merdeka, tetapi tidak berarti bahwa perjuangan telah berhenti. Saat ini, kita sedang berjuang menghadapi ancaman yang ingin menghancurkan bangsa," kata Mulyono dalam acara silahturami dengan Forum Pemred di Jakarta, Rabu (21/2) malam.

Ia mengutip hasil rilis Indeks Ketahanan Nasional Lemhannas dan Survei Kerentanan Negara dari The Fund for Peace Tahun 2017. Hasil dari survei tersebut menyebutkan Indonesia berada pada kategori rawan dan waspada. Survei yang lain menunjukkan tingkat pendidikan rata-rata masyarakat Indonesia adalah 8 tahun atau setingkat dengan kelas 2 SMP.

Sementara itu, saat ini lebih dari 130 juta dari 260 juta penduduk Indonesia merupakan pengguna aktif internet dan media sosial.

‎Data-data statistik tersebut menunjukkan relasi linier antara kerawanan bangsa Indonesia dengan kekurangsiapan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menghadapi derasnya gelombang informasi yang mengiringi pesatnya perkembangan teknologi.

"Jika hal ini tidak disikapi dengan benar, maka cukup besar potensi kita untuk mengalami nasib seperti Yaman, Libya dan Suriah," ujar Mulyono.

Mulyono menegaskan seluruh anak bangsa tidak menginginkan Indonesia yang dicintai ini hancur dan tinggal sejarah. Menurutnya, Pancasila sebagai dasar Negara sekaligus falsafah hidup bangsa Indonesia didalamnya mengandung nilai-nilai luhur yang telah terbukti menjadi kekebalan atau imunitas menghadapi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan NKRI.

"Saat nilai-nilai tersebut dipegang teguh, kerajaan-kerajaan nusantara seperti Singosari, Majapahit dan Sriwijaya berhasil mencapai kejayaannya dan disegani oleh Bangsa lain. Demikian pula setelah perjuangan panjang yang bersifat kedaerahan tidak memberikan hasil selama 350 tahun, para pejuang pergerakan pada akhirnya berhasil memerdekakan Bangsa Indonesia dari penjajahan asing, setelah keanekaragaman terikat satu sumpah pemuda yang menjunjung persatuan dan kesatuan," tutur Mulyono.