LATEST NEWS

Hukum & Kriminal

Perkuat Kerukunan dan Kesetiakawanan sebagai Benteng NKRI

Kamis, 07 Desember 2017 23:59:22 WIB

Perkuat Kerukunan dan Kesetiakawanan sebagai Benteng NKRI
Photo :

Jakarta - Masyarakat Indonesia harus menjaga dan memperkokoh kerukunan dan kesetiakawanan sosial sebagai benteng untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tidak mudah terpecah belah. Hal ini seiring dengan maraknya pola persaudaraan yang sempit dengan berbasis kepentingan kelompok, etnis, agama, dan suku yang berpotensi perpecahan di masyarakat.

“Harus disadari bahwa di dalam Islam persaudaraan itu tidak hanya dibatasi kekeluargaan sampai ke negara saja, tetapi persaudaraan itu untuk seluruh umat manusia. Itu di Alquran ada di surat Al Baqarah ayat 213 yang artinya manusia itu merupakan umat yang satu (bangsa),” ujar Wakil Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, Hamim Ilyas yang ditemui dalam sebuah acara diskusi Penelitian, Pandangan dan Sikap Muhammadiyah Terhadap Radikalisme dan Terorisme di Indonesia, di Jakarta, Kamis (7/12).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, jika dijabarkan secara luas, maka mestinya sebagai satu bangsa itu harus selalu rukun dan tidak konflik, meski dalam kenyataannya sejak zaman dahulu sering terjadi konflik.

Menurut dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, hidup baik itu memiliki tiga indikator, yakni sejahtera, damai, dan bahagia untuk semua orang. Karena hal itu sesuai dengan tiga fungsi Islam di dalam surat Ali Imron ayat 103-104, yakni mempersatukan umat manusia, menyelamatkan umat manusia dan memperbaiki kehidupan umat manusia.

“Jadi umat Islam itu harus seperti itu. Jadi janganlah membentuk kelompok sendiri untuk kepentingan kelompok, etnis atau agama yang ujung-ujungnya nanti malah dapat memecah belah masyarakat di negara ini,” ujarnya.