LATEST NEWS

Bisnis

Ekonomi Indonesia Tumbuh Tertinggi

Selasa, 06 Februari 2018 12:10:46 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh Tertinggi
Photo : bps.go.id/L-1/Grafis

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada 2017 sebesar 5,07%. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2014. "Mudah-mudahan angka ini makin bagus dan hasil pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan pemerintah dalam tiga tahun terakhir mulai bergulir," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi 2017 didukung konsumsi rumah tangga yang meningkat 4,95%, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh 6,15% dan konsumsi pemerintah tumbuh 2,14%.

"Konsumsi rumah tangga tumbuh karena adanya kenaikan konsumsi pada kelompok kesehatan dan pendidikan, restoran dan hotel, serta transportasi dan komunikasi," jelas Suhariyanto.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi didukung konsumsi LNPRT (lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga) yang meningkat 6,91%, ekspor tumbuh 9,09%, serta impor tumbuh 8,06% meski impor tersebut merupakan faktor pengurang. "Ekspor tumbuh positif sepanjang 2017 karena terjadi kenaikan pada ekspor barang nonmigas seiring dengan meningkatnya perekonomian di negara-negara tujuan ekspor," Suhariyanto menambahkan.

Konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terbesar dalam struktur PDB 2017, yaitu sebesar 56,13%, diikuti pembentukan modal tetap bruto 32,16%, ekspor 20,37%, konsumsi pemerintah 9,1%, konsumsi LNPRT 1,18%, dan impor yang menjadi faktor pengurang 19,17%.

BPS juga mencatat kelompok provinsi di Pulau Jawa masih memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB, yaitu 58,49%, diikuti Sumatra 21,66%, Kalimantan 8,2%, Sulawesi 6,11%, Bali dan Nusa Tenggara 3,11%, serta Maluku dan Papua 2,43%.

Perekonomian Indonesia pada 2017 yang diukur berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp13.588,8 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp51,89 juta atau sekitar US$3.876,8.

 

Optimistis

Menko Bidang Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis perekonomian masih bisa tumbuh sesuai dengan proyeksi pada 2018, yaitu 5,4%, meski ekonomi keseluruhan pada 2017 hanya tumbuh 5,07%.

Darmin mengatakan perekonomian pada 2018 akan didukung penyelenggaraan baik pilkada maupun Asian Games yang meningkatkan kinerja konsumsi LNPRT dan rumah tangga.

Selain itu, sektor investasi dan ekspor yang tercatat tumbuh positif pada 2017 bisa ikut memberikan kontribusi kepada kinerja pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018.

"Kita bisa mempertahankan pertumbuhan investasi seperti di 2017 atau lebih baik. Ekspor yang terus tumbuh juga bisa membantu," kata Darmin, kemarin.

Darmin meyakini peluang peningkatan konsumsi rumah tangga ke depan masih terbuka lebar. Komponen lain yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi ialah kinerja ekspor dan investasi dalam pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Capaian ekspor sepanjang 2017 tumbuh 9,09%, atau berkontribusi 20,37%, sedangkan pertumbuhan PMBT tercatat 6,15%, atau memiliki bobot terhadap PDB 32,16%.

"Sepanjang kita bisa mempertahankan pertumbuhan investasi dan ekspor, pertumbuhan ekonomi juga akan bisa lebih baik. Kinerja ekspor pada 2017 sudah positif jika dibandingkan dengan tahun lalu yang negatif. Yang menarik juga tahun lalu itu sektor perdagangan, restoran, transportasi, dan telekomunikasi semua naik," pungkas Darmin.