LATEST NEWS

Batam

Kepengurusan Kadin Batam Dilantik Awal Desember

Senin, 12 November 2012 21:15:36 WIB

Kepengurusan Kadin Batam Dilantik Awal Desember
Photo : Logo Kadin

Batam-Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam segera dilantik awal Desember mendatang. Dalam pelantikan tersebut dijadwalkan akan hadir Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto.

Demikian dikatakan Ketua Umum Kadin Batam terpilih periode 2012-2017, Ahmad Ma'ruf atau yang lebih dikenal Ma'ruf Wiraraja saat menggelar diskusi terbatas dengan wartawan di La Cruise Restoran, Minggu (11/11).

Dikatakannya, kehadiran dua menteri dalam pelantikan pengurus Kadin Batam akan menjadi awal dalam kebangkitan ekonomi di Kota Batam, dimana Kadin Batam harus berperan serta di dalamnya. Pulau Batam merupakan kota yang sangat strategis, berada di jalur pelayaran internasional paling ramai di dunia dengan jarak sekitar 20 km dari Singapura. Dengan luas wilayah 1.647,83 km2 atau 64% dari wilayah SIngapura dan sebagai pintu lalu lintas barang ataupun wisatawan menjadikan pulau Batam sebagai salah satu asset untuk perlu dikembangkan sebagai daerah industri dan investasi u nggulan di Indonesia.

Strategi pembangunan daerah Kota Batam selama hampir empat puluh tahun telah menitikberatkan di bidang ekonomi dengan konsentrasi sektor industri, perdagangan, dan pariwisata. Selama hampir 20 tahun terakhir, Kota Batam menurutnya mengalami masa pasang usrut pertumbuhan ekonomi. Pada periode 1990-1999, ekonomi Batam sempat tumbuh di atas 12 persen, karena iklim bisnis dan investasi di pulau ini relatif stabil, dan memberikan kepastian kepada pelaku bisnis. Namun, memasuki 1996-1998, Indonesia mengalami krisis politik yang berdampak pada krisis ekonomi, sehingga ekonomi Batam anjlong hingga 4 persen.

"Berbagai kebijakan yang tidak pro investasi memicu perlambatan ekonomi Batam yang terus bertahan pada level 7-8 persen. Bahkan pengesahan status free trade zone (FTZ) pada 2007 tidak mampu mengangkat ekonomi Batam lebih baik," tutur owner Wiraraja group ini.

Beberapa isu penting yang terjadi di Batam, seperti soal impor komoditas, kepastian hukum berinvestasi, hubungan industrial, dan status FTZ harus segera diatasi. Caranya dengan merangkul semua pihak untuk menyamakan visi dan misi dalam membangun Batam.

"Tumpang tindih aturan, birokrasi yang berbelit, dan ego sektoral menjadi hal paling utama yang harus dirapikan. Untuk itu, semua pihak harus menyatukan visi dan misi, dan ini bukan pekerjaan mudah. Diperlukan kesungguhan semua pihak untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi selama ini demi menjadikan pertumbuhan ekonomi Batam dua digit seperti keinginan semua pihak," ujarnya.

Sebagai organisasi tempat berhimpunnya seluruh asosiasi/profesi pengusaha di Kota Batam, Kadin Batam memiliki andil yang besar dalam memberikan kontribusi bagi pemulihan dan kebangkitan ekonomi Batam agar kembali ke jalur sebenarnya. Sesuai fungsinya, Kadin harus menjadi wadah dan wahana komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi dan advokasi pengusaha Indonesia antara para pengusaha Indonesia dan pemerintah dan antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha asing, terkait permasalahan perdagangan, perindustrian, dan jasa dalan arti luas yang mencakup seluruh kegiatan ekonomi, membentuk iklim usaha yang bersih, transparan dan profesiona, serta mewujudkan sinergi seluruh potensi ekonomi nasional.

Diakui Ma'ruf, polemik Kadin Batam selama dua tahun terakhir ini telah membuat organisasi tidak berjalan efektif sebagaimana fungsi yang diembannya. Namun begitu, Ma'ruf menyatakan tidak ingin kehilangan momentum untuk membawa perubahan bagi kelanjutan pembangunan Batam.

Ke depan, Ma'ruf berharap Pemko Batam bisa menjalin komunikasi yang efektif dengan pelaku usaha agar kebijakan pemerintah terkait kenyamanan dan kelancaran usaha bisa dilakukan secara tepat sasaran dan berdaya guna.

"Sinergi yang konstruktif antara pengusaha dan pemda selayaknya dibangun sejak dini, sehingga dalam setiap penyusunan program pembangunan, khususnya terkait ekonomi melibatkan Kadin Batam, sehingga tujuan mencapai masyarakat yang sejahtera bisa terealisasi," pungkasnya.(Hl)