LATEST NEWS

Batam

Pemko Batam Punya 6 Pasar, Tak Satupun Punya Legalitas yang Jelas

Selasa, 13 Februari 2018 14:16:54 WIB

Pemko Batam Punya 6 Pasar, Tak Satupun Punya Legalitas yang Jelas
Photo : Pasar Jodoh

BATAM - Sejumlah pasar tradisional milik Pemerintah Kota (Pemko) Batam ternyata belum memiliki legalitas yang jelas. Tak hanya belum punya legalitas, Kota Batam juga kekurangan pasar tradisional. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi mengatakan Pemko Batam memiliki enam pasar rakyat, yakni,

 

Pasar Seroja,

Pasar Hangtuah,

Pasar Jodoh,

Pasar Induk Jodoh,

Pasar Seiharapan,

Pasar Belakangpadang.

Namun, status untuk legalitas ke enam pasar tersebut belum jelas.

“Pasar-pasar itu belum punya sertifikat dan legalitas yang jelas. Karena itu kami sedang mendata dan koordinasi dengan stake holder terkait,” kata Zaref, kemarin.

Menurut dia, koordinasi tengah dilakukan dengan instansi terkait seperti Dinas Pertanahan, Dinas Aset dan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Tak hanya soal status legalitas, pihaknya juga melengkapi dokumen pasar yang belum tuntas.

“Ada beberapa pasar yang memang belum clear dokumennya,” ujar Zaref.

Selain itu, Pemko Batam juga berencana meminta lahan baru ke BP Batam untuk pembangunan pasar tipe c. Dimana Kementrian pusat berjanji akan membantu anggaran pembangunan pasar dengan syarat Pemko menyiapkan tlahan untuk pembangunan pasar tipe C.

“Nah karena kami tak punya lahan, maka minta BP mengalokasikan lahan baru untuk pasar tipe C,” terang Zaref

Syarat luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan pasar kurang lebih 3000 meter persegi. Lokasi lahan juga diharapkan dekat dengan pemungkiman warga sehingga mudah dijangkau.

“Kalau pasar ini ada, diharapkan dapat meminimalisir adanya pasar kaget dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Zaref.

Sementara untuk status pasar Pasar induk Jodoh, tengah menunggu keputusan resmi dari Kementrian. Jika sudah ok, maka pasar tersebut bisa segera dibangun dan dikelola.

“Jadi, harus di clearkan semua dulu,” pungkas Zaref.