LATEST NEWS

Anambas

Jorok, Laut Anambas Penuh Sampah

Kamis, 29 Maret 2018 12:23:34 WIB

Jorok, Laut Anambas Penuh Sampah
Photo :

ANAMBAS - Wisatawan asing mengeluhkan kondisi lingkungan Kabupaten Kepulauan Anambas yang jorok. Lautnya penuh sampah. Akibatnya, menurunkan minat para wisatawan berkunjung ke Anambas. "Saya mengenal Anambas dari sebuah website yang saya lihat di internet. Memang benar Anambas sangat bagus, tetapi ketika kami tiba di Anambas, kami melihat sampah yang berserakan. Itu yang merusak pemandangan," ujar Brian. wisatawan asal Singapura, Rabu (28/3/2018).

Brian mengakui setiap pulau yang dikunjungi selalu ada sampah yang berserakan. Anjurannya yakni masyarakat dan pemerintah harus bersinergi untuk menjaga kebersihan lingkungan.

"Wisatawan sangat anti dengan sampah, maka dari itu pemerintah dan masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan. Saya menjamin pariwisata Anambas ini akan? maju dan berkembang," jelasnya seraya mengatakan banyak karang yang sudah diendapi sampah plastik.

Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kepulauan Anambas, Masykur mengakui banyaknya sampah berserakan di tepi laut. Tapi, menurut Masykur, tugas menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggungjawab seluruh masyarakat.

"Ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah melainkan tanggungjawab kita bersama. Kita sudah bersinergi dengan Dinas Perhubungan Lingkungan Hidup yang rutin memungut sampah dilaut. Namun setelah dipungut masih ada juga sampah yang berserakan," paparnya.

Oleh karena itu, lanjut Masykur, kita harus sama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi mendukung sektor pariwisata. Bisa dikatakan kesadaran masyarakat membuang sampah ditempatnya masih rendah. Selama ini pemerintah yang ngotot memajukan pariwisata, tetapi dukungan masyarakat tidak ada. Kalau lah seperti itu, pariwisata kita tidak akan maju dan berkembang.

Sebelumnya, Gubernur Provinsi Kepri, Nurdin Basirun pernah menyarankan agar pemerintah Anambas membuat regulasi agar ada sanski bagi masyarakat membuang sampah dengan sembarangan.

"Sebelum regulasi ini dibentuk sarana dan prasarana harus dibentuk, seperti petugas kebersihan, mobil pengangkut sampah serta tempat pembuangan akhir. Kebersihan lingkungan ini menjadi modal awal memajukan pariwisata. Ini yang harus ditanamkan, kita sendiri juga tidak nyaman melihat sampah bertaburan. Bagaimana dengan wisatawan," papar Gubernur Nurdin.(BT)